wanita lain dihati suamiku

Kali ini aku akan berbagi cerita tentang seorang wanita yang menjadi  sainganku dalam berebut perhatian dan cinta dengan laki-laki yang kini menjadi suamiku. Dia tidaklah semuda aku, tidak pula semanja aku. Dia begitu polos dan lugu walau sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Namun, ketulusannya mampu merebut perhatian dan cinta laki-laki itu. Dia adalah ibu dari suamiku.

Benarlah kata orang alim bahwa   suami yang baik memiliki 2 jantung, yang mana satu diletakan pada istrinya dan pada ibunya. Jika aku seorang suami, tentu tidak akan memaafkan istri jika dia berani menjatuhkan ibunya dimatanya. Bersyukurlah aku, sampai saat ini belum pernah dan semoga tidak pernah aku menjumapai kata-kata dan perbuatan ibu mertua yang menyakitkan hati (apa karna mantunya bandel ya??).

Bayangkan bagaimana rasanya jika mempunyai  seseorang yang kita cintai tiba-tiba direbut orang lain? Bahkan kita tidak tahu asal-usul dan kepribadian orang itu, patutlah kita merasa marah dan cemburu. Hal yang wajar jika kita merasa benci terhadap orang itu. Begitu juga wanita itu(ibu mertua). Bukanlah hal yang sulit untuk menjatuhkan diriku dihadapan anaknya, wanita yang merebut cintanya…, tentunya jika ia mau.

Namun, jiwa besarnya mampu mengalahkan keegoisannya tuk sekedar menjatuhkanku kemudian digantinya dengan kasih sayang terhadap menantu perdananya ini. Sungguh, pada awalnya ada perasaan sungkan diperlakukan seperti itu. Namun, lama-lama menjadikanku ketagihan tuk dimanjanya.

Ternyata, dalam menjalani biduk rumah tanggaku banyak yang kuperoleh darinya, karena setelah menikah aku dikhursuskan dulu di UM(university of mertua) salama beberapa bulan. Dapur yang biasanya menjadi tempat asing bagiku perlahan ia kenalkan. Selama proses perkenalan dengan dapur, adalah masa yang tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan jiwa besar dari sang pelatih dalam membmbingku. Terkadang timbul rasa kangen ingin suasana memasak bersama wanita yang satu ini. Kalau dengan ibuku? He he,kenangan memasak dengan ibuku sangat sedikit bahkan jarang. You know lah, like mother like me?. Lebih banyak kenangan belanjake pasar bareng kena tipu penjual.

Rasa syukurku bertambah, mendapatkan ibu baru yang sungguh baik. Bukankah rasa syukur itu selain dihati juga dalam perbuatan dan ucapan pula?

Semoga tulisanku ini menjadi pengingat bagiku ketika kelak waktu sudah berjalan, aku yang mulai meninggalkan masa muda tak lagi menjumpai sifat bijak dan kemandiriannya, ketika ia telah berubah layaknya anak kecil yang minta perhatian berlebih, ketika perasaannya menjadi sangat sensitif kepadaku, ketika aku yang dulu dibanggakan dicap menantu yang tak berguna, ketika ia merasa sudah tidak diperlukan lagi. Semoga aku bisa sabar dan bisa berfikir bahwa kelak jika umurku telah sampai aku juga akan seperti dia.

Semoga rahmat dan kasih sayang Allah azzawajalla tercurah uuntuk wanita-wanita terhebat dalam hidupku…uh, jadi pengen mudik nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s