Untukmu adikku sayang (merenung)

Kutulis kerisauah hati ini, dengan penuh harap agar engkau mau memahami perasaanku, Setidaknya saat kau membaca ini. kemudian berfikir sejenak..

Bukanlah waktu sesaat aku mengenalmu, adikku… masih dalam ingatanku saat kau belajar berjalan, saat kau mencoba mengenal dunia luar selain dunia imaginasimu. Dan begitu terkenangan disaat anak seusiamu memiliki keegoisan memuncak, kau merebut semua barang mainan yang aku punya. Betapa kesal hatiku kala itu namun seiring waktu berlalu akupun tersadar bahwa dulu akupun tak kalah egois terhadapmu. Sebagai seorang kakak, ibu menyuruhku untuk mengayomimu. Tapi, kepolosanmu kujadikan kelemahan untuk mengakalimu.

Dan itu sering.

Maafkan aku,

Adikku sayang…  saat kau usia SD, ketika itu kau demam tinggi, kau tidak mau makan sesuap nasipun hingga membuat ibu menitikkan air mata di dapur. Aku yang melihat kejadian itu belum begitu paham apa yang ibu rasakan. Tapi, aku begitu takut kehilanganmu. Ku korbankan waktu bermain untuk menunggui dirimu. Sedih hati ini semakin bertambah ketika melihat engkau dibopong bapak hendak diperiksakan kepuskesmas. Beruntung, rumah kita dekat dengan puskesmas yang 24 jam bukanya. Alhamdulillah, engkau hanya terkena demam typus. Adikku… masih banyak kenangan yang tidak mungkin kutulis disini. Kuharap engkau tahu engkau berarti bagiku.

Dan waktu pun terus berjalan, engkau telah menjadi lelaki dewasa dan aku  sekarang telah berstatus sebagai istri orang namun masih tetap menjadi kakakmu. Aku tidak punya cukup materi untuk menunjukkan kasih sayangku, maaf, jika kuungkapkan hanya lewat tulisan ini. Setidaknya engkau tahu, bahwa ada orang lain yang menyayangimu.

Semoga Allah menjadikan kita saudara didunia dan akhirat.  Bukankah disana tempat tinggak kita sesungguhnya.

Adikku sayang,

Renungkanlah dengan hati beningmu itu….

Untuk apa engkau diciptakan? Apakah engkau hidup didunia  ini saja atau ada pertanggung jawaban diakherat kelak?

Adikku sayang, aku menemukan sebuah jalan yang akan menghantarkan kita pada pada kebahagiaan yang sesungguhnya. Dengan melewati jalan itu, aku mendapatkan ketentraman hati. Bukankah kebahagiaan itu terletak pada ketentraman hati? Seandainya Harta yang melimpah, kedudukan yang tinggi dan kecantikan wanita kau dapatkan namun hatimu tidak tentram sebenarnya engkau tidak bahagia. Akan lain ceritanya jika hatimu tentram walau hanya memiliki baju yang menempel maka itulah kebahagiaan yang banyak dicarioleh para raja dan orang kaya.

Aku tidak akan rela jika jalan itu aku lewati sendiri, akan ku gandeng tanganmu menuju jalan itu agar engkau bisa merasakan kebahagiaan yang kumaksud. Karena aku menyayangimu, aku berharap engkau menaruh kepercayaan dipundakku ini.

Adikku sayang, tahukah engkau jalan itu?

Yah,jalan itu adalah agama yang lurus yang telah diturunkan Allah melalui manusia yang paling mulia Muhamad shalallahu ‘alaihi wasalam beserta para sahabatnya. Sungguh, kenalilah Allah dan Rasul-Nya melalui para sahabat. Maka engkau akan menemui kebahagiaan yang kumaksud. Bukan hanya kebahagiaan di dunia namun juga di akherat.

Ikutilah jalan para sahabat r.a dalam beragama karena mereka adalah orang yang paling tahu bagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam meneyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai contoh, ketika engkau ingin mengetahui bagaimana keseharian seseorang tentu engkau berusaha bertanya pada orang-orang disekitarnya seperti istrinya, anak-anaknya, kawannya dan pembantunya bukan bertanya pada orang lain yang hanya mendengar namanya. Begitulah sahabat Nabi, mereka adalah para istri, anak, budak dan kawan yang selalu membela Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam. Mereka adalah orang-orang yang telah dijamin Syurga oleh sang Pemilik Syurga, Allah yang maha pencipta.

Adikku sayang,  bukankah engkau merindukan ketentraman hati? Kedamaian jiwa…? Carilah kebahagiaan itu…Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam telah menunjukkannya, aku telah menemukannya, dan aku telah merasakannya…

my litle majid

2 thoughts on “Untukmu adikku sayang (merenung)

  1. Pingback: Ada rindu saat kau datang « …and life is goes on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s