Bu bidan, gugurkan kehamilanku…

Menjadi seorang bidan adalah profesi yang mulia, Jangan jadikan uang sebagai tujuan utama. Begitulah kata seorang dosenku dulu, dokter Lilik Prasetyo N Sp.OG semoga Allah selalu menjaga beliau. Hingga sekarang, kata-kata itu masih seakan baru kemarin diucapkan oleh beliau.
Suatu hari, datanglah seorang ibu yang sedang hamil bersama anak yang berusia 2 tahun. Setelah kuperiksa, ibu itu mengatakan kalau ini adalah kehamilan yang tidak ia inginkan. Ibu itu meminta saya mengasuh anaknya kalau lahir kelak, kalau tidak mau lebih baik di gugurkan saja. hufh, masalah klasik, karena suaminya ngabur dan ekonomi yang sulit.
Disinilah peran seorang bidan dituntut tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan Ibu dan anak, lebih dari itu….arahkan psikis ibu untuk menerima kehamilannya APAPUN ALASANYA. Sedikit trik untuk menghibur ibu yang seperti ini biasanya aku katakan: bu, kita itu ada yang menciptakan lho.. Tidak mungkinkan kita ada di alam ini tiba-tiba ada, Dialah Allah yang telah menciptakan kita. Semuanya sudah diberikan rizki masing-masing, kenapa ibu pusing?? kan tinggal meminta pada Allah? makanya kalau ibu sholat berdoalah. Kalau sholatnya bolong-bolong, perbaguslah sholat ibu. Bagaimana Allah akan memberikan kecukupan rezki pada kita kalau kita tidak pernah mau memintanya?
Biasanya, ibu akan sedikit berfikir. Lalu lanjutkan dengan mengatakan: bu, seorang anak yang diasuh bukan ibu kandungnya pasti akan merasa sesuatu yang kurang walau hidupnya sudah kecukupan dan diberikan kasih sayang berlebih. Seandainya anak bisa memillih sejak lahir, pasti ia akan memilih tinggal bersama ibu kandungnya yang miskin. Pikirkanlah perasaan anak itu kelak wahai ibu…
Dua jurus itu selalu aku pakai jika dalam kondisi seperti ini, Alhamdulillah sejauh ini manjurdaripada menjelaskan bahaya kematian ibu dan kecacatan bayi kalau digugurkan. Karena tidak sekali dua kali aku mengalami hal ini, bagiku ini juga termasuk bagian dari cobaan dalam penantian panjang mendapatkan buah hati.
Kembali aku terngiang akan nasehat dosenku, jangan jadikan uang sebagai tujuan. Memang betul, aku sangat setuju. Ahirnya aku beri obat terbagus yang aku punya, karena sejak awal kehamilan belum pernah minum obat penambah darah dan aku gratiskan biaya pemeriksaan. Ibu hamil itu memberikan uang 10 ribu, nilai yang tidak seberapa dibanding harga obat dariku. Namun bagiku nilainya lebih besar dari 10 ribu karena dari uang itu aku berdoa semoga Allah menjadikan harta yang berlipat, karena tidak akan pernah MERUGI orang yang berdagang dengan Allah robbul’alamin. Penguasa seluruh alam yang Maha Kaya lagi tidak membutuhkan sesuatu sedikitpun dari Makhluk-Nya.

3 thoughts on “Bu bidan, gugurkan kehamilanku…

  1. saya sangat suka tulisan ini, tapi ada satu pertanyaan….. bolehkah saya mengetahui pendapat ibu tentang ini?
    salahsatu pertanyaan yang pernah diajukan oleh ibu saya.
    kalau kamu sekarang mengetahui ibu kandungmu seorang yang kaya raya dengan harta melimbah, bagaimana?
    mau pilih tetep bareng ibu, atau ibu kandung yang melahirkan?

    • hem… pertanyaan yang sulit nih mba riezka🙂
      menurut saya, seorang ibu yang baik pasti mempunyai alasan kenapa sang ibu rela berpisah dengan buah hatinya. mungkin diantara alasan klasik karena spy sang anak memiliki kehidupan yg lebih baik, kasih sayang atau apalah walaupun sejujurnya saya kurang setuju dengan alasan itu. masalah baru muncul ketika anak sudah dewasa, saya bisa merasakan keguncangan hati jika itu harus terjadi( kenyataan bhwa ternyata bukan anak kandung). Ibu yang melahirkan tetap memiliki hak meskipun pernah berbuat kesalahan seberat apapun. bukankah tanpa ibu, tidak akan ada kita. selanjutnya, ibu yang merawat(sebaik apapun dia) walau bukanlah ibu yang melahirkan kita tapi tetap harus berbuat baik padanya seperti biasanya (sebelum atau sesudah tahu bahwa kita bukan anak kandungnya). sebaiknya seorang ibu tidak melemparkan pertanyaan dan pernyataan yang membuat hati seorang anak terguncang. dan jika memiliki anak yang diadopsi, kewajiban dia untuk mengatakan kebenaran tanpa menyembunyikan nasab sang anak.
      berdasarkan pengalaman yang saya alami, dulu saya punya teman SMP yang lumayan dekat. mereka anak kembar, dan yang 1 diadopsi oleh buliknya sejak baru lahir. kebetulan buliknya pengusaha, ekonomi jg lebih mapan.dan, anak yang diadopsi ini tidak merasa harus memilih. jadi, dia merasa memiliki 2ibu. malah kadang dapat uang jajan dobel he he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s