Doa ketika sedih


Adalah manusia yang dilahirkan diatas fitroh (hal yang normal), jika seseorang memiliki suasana hati yang selalu berubah-ubah. toh hati manusia bukan terbuat dari batu maupun besi. Kadang kala kebahagiaan menyapa namun sering pula kesedihan hinggap dihati yang menjadikan hidup kita seakan kelabu, dunia serasa sempit, air mata bak mata air dimusim hujan.

Beruntunglah kita yang lahir diatas fitroh islam, sebuah agama yang sungguh sempurna. Bukan hanya masalah adab harian atau masalah pokok berupa ajaran Tauhid, ketika kita sedang sedih Allahu ta’ala memberikan jalan keluar diantaranya sebuah doa yang sungguh manjur yang telah diajarkan lewat seorang hamba yang terpilih. Muhammad  shalallahu’alaihiwassalam, Nabi junjungan kita. Doa ini saya ambil dari buku doa dan warid buah karya ustadz Yazid abd. Qadir jawas.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ

بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ،

أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ،

أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ

وَذَهَابَ هَمِّيْ

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam), dan anak dari hamba perempuan-Mu (Hawa), ubun-ubunku berada ditangan-Mu, hukum-Mu berlaku terhadap diriku dan ketetapan-Mu adail terhadap diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang engkau turunkan didalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, maka aku memohon dengan itu agar engkau jadikan Al-quran sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, dan pelipur rasa sedihku, serta penghilang bagi kesusahanku” **

sedikit testi dari ummu hanah, ketika hati ini tertimpa kesedihan segala hal telah dilakukan mulai dari manja kepada suami, diajakin jalan-jalah keluar, di tawarin makanan kesukaan atau apalah namun hati tak kunjung lapang. Begitu membaca doa ini, sungguh AJAIB. Benarlah apa yang telah Allahu ta’ala janjikan, dihilangkan kesedihan dan kesusahanku serta digantikan dengan kegembiraan.

so,

masihkah kita butuh tempat pengaduan  selain Allah:)

**(HR. Ahmad I/391,452 al hakim I/509, ibnu hibban no. 2372  dan di hasankan oleh al-Hafizh dalam takhriij al-Adzkaar dan di sahihkan oleh al-Albani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s