Sudah tidak romantis!!

Kadang saya geli kalau ada teman yang baru menikah, memanggil ‘sayang’ kepada istrinya atau sebaliknya. Kemarin ada yang salah sms ke hp-saya begini: Sayang, aku tak main ke tempat tetangga depan rumah sebentar ya? Iya Sayang, hati-hati ya sayang. Awas kepleset sayang. Well, saya tidak akan sewot karena  itu adalah seni dalam rumah tangga masing-masing. Lanjutkan ukh🙂. Lantas kenapa saya merasa geli? Saya tidak meledek mereka, sungguh! Sampai kapan mereka akan bisa seperti itu, saya hanya menjadi pengamat saja.

Yang membuat saya senyum geli ternyata diri saya sendiri, jadi ingat ketika awal menikah dulu. Walaupun suami jarang memanggil ‘sayang’ tapi ia memangggil saya Ya zaujati  ya habibati. Bagi saya, itu sangat romantis.

Tapi,

Seperti tadi yang saya bilang, itu dulu….! pakai intonasinya kata mas indro kepada slamet(dono). Dulu ketika awal menikah dan bertahan sampai beberapapa waktu. Sudah agak kawak umur pernikahannya bergantilah pangilanku menjadi Dik pipit (tidak pakai kata ‘sayang’). Yah, not bad lah.

Apa sampai sekarang saya masih di panggil dik pipit?

Ternyata tidak, semakin bertambah kawak usia pernikahan saya maka panggilan saya berubah lagi menjadi dik tul kadang dik yem (apa yang dimaksud tulkiyem, I don’t know). Masih lumayan ada kata ‘dik‘-nya, kata terahir pura-pura tidak dengar saja lah biar enak.

Setelah 2 kali panggilan mesra mengalami degradasi, ternyata dia belum puas. sekarang panggilan mesra itu berubah lagi,  dan yang pastinya panggilan mesra saya sekarang  tidak lebih romantis dari ‘dik tul’. Ada yang tahu?? just our secret he he

Sekarang, suami memanggil saya dengan 2 sebutan yaitu ****(normal mode on) dan hany (need some help mode on). Jadi, untuk mengetahui apakah suami kita sedang butuh pertolongan coba dengar panggilannya. Seperti suami saya, kalau sedang need some help pasti begini: han, bisa minta tolong service-in motor? Han, bisa minta tolong jemurin handuk? Han bisa minta tolong cuci-in motor? Han, tolong liatin NPWP di laci! Han, jemput di stasiun yah!! Han, tolong ini, han, tolong itu, han, han, han, dsb.

Pernah beberapa kali coba mengembalikan suasana romantisme yang sempat hilang. Pulang dari kantor berucap mesra  ‘Assalamu’alaikum, aku pulang sayang’,bukannya romantis, malah masing-masing ketawa ngakak. Ternyata tidak mudah!!

Pernah juga, ikut-ikutan teman manggil dengan sebutan abi-ummi:abi, jalan-jalan yuk lagi suntuk:-( [dia menjawab: saya bukan bapakmu!!] istrinya juga tidak mau kalah, suatu ketika dia bilang : mi, makan bareng yuk [saya bukan ibumu]. Ah, susahnya menimbulkan romantisme seperti awal menikah dulu.

Over all, disini saya tidak bermaksud memojokan suamiku. Tulisan ini tidak bisa menggambarkan keadaan dia seluruhnya,  dia lebih romantis dari apa yang orang kira (sampai istrinya sendiri tidak bisa mengira-ira, suamiku itu romantis di bagian mana ya??). Saya ingin menggugah saudaraku sekalian terutama yang sudah lama menikah bahwa seorang istri juga senang ketika dipanggil dengan sebutan mesra, walau kadang mereka malu menampakkan perasaanya. Tapi, jangan lebay lah. *You know what I means* dan buat haniku, saya sadar saya sering menuntut kamu harus jadi suami romantis tetapi saya sendiri tidak berusaha romantis. Apa ada istri manggil suaminya kok mas dul/mas Duta(baca:Dutacakil)

Im so sorry bebs:-(

 

3 thoughts on “Sudah tidak romantis!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s