Air Ketuban Vs Urin

Jadi ingat jaman dulu kalau tetangga ada yang lahiran pasti mbah dukun sering menyebut-nyebut banyu kawah. Saya yang kala itu masih kelas 2 SD, rasa penasaran yang begitu besar berusaha mencari celah agar bisa menyusup ke kamar mengintip seperti apakah banyu kawah itu. Karena tidak kunjung mendapatkan jawaban, saya bertanya pada orang sekeliling tentangnya. Datanglah saya kepada emmak,Eh lha kok jawabannya lucu. Emmak saya bilang kalau banyu kawah itu adalah pipisnya adik bayi ketika di perut. Ugh, bayangan saya waktu itu ternyata bayi itu jorok. Saya pernah minum air kencing dung:(

Memang ada hubungannya, banyu kawah yang dalam istilah orang modern seperti kita disebut air ketuban masih berhubungan dengan air kencing. Bayi meminum air ketuban dan kemudian mengeluarkannya dalam bentuk kencing.

Yang ingin saya bahas kali ini adalah bagaimana membedakan air ketuban dan air kencing pada ibu yang hamil trimester ahir, karena salah satu indikasi dimulainya suatu persalinan adalah keadaan ketuban itu sudah pecah atau masih utuh. Kita tahukan bahwa beberapa ibu mengalami inkontensia urin (tidak bisa menahan pipis) ketika kandungan mulai membesar. Jangan sampai kita panik menganggap air ketuban telah mrembes  padahal sebenarnya itu hanya urin kita. Seperti kejadian yang pernah saya alami dulu. Banyangin ajah, udah membangunkan tidur suami dan minta dianterin malam – malam ke bidan begitu dilakukan pemeriksaan dalam selaput ketuban masih utuh tuh dan hasilnya ternyata…….

Cuma air kencing🙂

Jadi, bagaimana dong membedakannya?

Air ketuban ditampung dalam sebuah wadah tipis elastis seperti balon, jika pecah maka akan merasa kaya ada balon meletus di bagian perut bawah kita. (Begitu kata dosenku dulu lho, nyari dibuku kok tidak ketemu yang bagian ini). Jika air ketuban  pecah, cairan ketuban akan keluar dari jalan lahir dengan menyembur atau hanya tetesan. Cairan ketuban lebih banyak keluar ketika Anda berdiri setelah duduk atau berbaring, bahkan jika Anda bergerak lambat dan bergerak hati-hati cairan ketuban tetap keluar sendirinya. Cairan ketuban biasanya jernih (normalnya), meskipun kadang berisi bintik lendir atau darah.

Kalau urin, umumnya dengan bau khas. Cenderung keluar ketika Anda batuk,tertawa atau bergerak tiba-tiba, bahkan ketika berbaring.

Jika air ketuban pecah sebelum saatnya.  Don’t be panic, cobalah tetap tenang dan segera ke bidan. Kalau ternyata kepala bayi sudah masuk panggul, bisa membantu menyumbat aliran air ketuban sehingga aliran air ketuban menjadi agak pelan.  Jika ketuban pecah  sebelum 12 jam, kalau usia kehamilan sudah matang kemungkinan di lakukan persalinan percobaan normal tapi jika katuban pecah melewati 12 jam tidak kunjung melahirkan, biasanya Anda akan diinduksi untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi.

Sekian, Dan maaf jika terlalu banyak kata ‘jika’nya🙂

 

2 thoughts on “Air Ketuban Vs Urin

  1. Pingback: Tanda utama persalinan « …and life must go on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s