Ada rindu saat kau datang

Entah berapa kali hujan menghampiriku semenjak aku dilahirkan hingga sekarang, selalu ada kenangan yang mampu membangkitkan rasa lain dihati ini. Kali ini bukan cerita keluh kesahku tentang air got menggenang didepan gang, atau karena rasa kasihanku pada mbak sayur yang kedinginan mendorong gerobaknya tuk menyambung hidup ditengah kota Tangerang selatan yang megah ini. Bukan, sama sekali bukan…

Hujan, tak hanya menjatuhkan titik-titik air dibumi Allah yang indah ini namun seakan ia juga membawa beribu-ribu salam rindu dari orang-orang terkasih dikampung halaman (boyolali never end, miss you so). Saat tanganku kujulurkan diluar pagar, saat rintik hujan terhempas darinya saat itulah rasa rindu ini menyapa relung hati. Karena masa kecilku hampir tidak jauh-jauh dari yang namanya hujan.

Aku terlahir di sebuah desa yang lumayan sulit mendapatkan sumber air kala itu, jika warga ingin membuat sumur harus menggali belasan meter dalamnya. Air dari sumur hanya digunakan untuk kebutuhan memasak dan mengisi gentong surau untuk wudhu jama’ah. Selebihnya, kebutuhan yang bersangkutan air warga harus ke belik atau sungai yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Alhamdulillah, sekarang hampir setiap rumah telah memiliki sumur sendiri. Makanya, ketika hujan tiba seakan pesta telah dimulai. Rumah joglo yang memiliki atap talang panjang berubah menjadi air terjun yang indah. Di bawahnya telah siap wadah-wadah penampung tuk kebutuhan ternak dan Tuannya.

Bapak-ibu tidak punya ternak yang merupakan symbol kekayaan kala itu, mereka hanya pegawai negri biasa. Rumahku juga bukan rumah joglo yang mempunyai pendopo bak lapangan foot sall, hanya rumah kecil sederhana. Jadi, ketika hujan tiba tidak ada ritual khusus untuk menyambutnya, biasanya mereka menyuruhku naik ke kasur dan main tebak-tebakan bersama bapak sementara ibu melakukan pekerjaannya. Tapi,kadang naluriku berkata lain “aku harus keluar rumah sekarang”. Dengan sabar aku menunggu keadaan aman. Ku tunggu mereka lengah pengawasaanya lalu sekejap kabur membawa pakaian kotor. Untuk apa? Untuk pakaian ganti saat bermain air hujan tentunya, biar bandel tapi harus tetap meringankan pekerjaan ibu.

Aku bermain tidak sendiri, terkadang ditemani adikku yang ikut kabur dan beberapa anak seusiaku. Misi kita adalah membendung halaman rumah dan menyulapnya menjadi danau. Selanjutnya, mengambil kertas lalu melipatnya menjadi perahu. Kadang tidak hanya kertas, beberapa peralatan masak ibu juga aku korupsi untuk maianan kala hujan, tidak heran saat esok hari ketika bapak menyapu halaman menemukan saringan teh, sendok, tutup gelas dan semacamnya.

Setelah kedinginan bermain, aku mandi dengan air hujan yang ditampung didrum aspal bekas  yang diperuntukkan minum ternak tetangga. setelah bersih membalurkan minyak telon disekujur tubuh lalu mengendap-endap meraih teh hangat buatan bapak lalu kembali ke kasur memangdangi hujan yang mulai reda sambil berimaginasi dibalik kaca jendela yang bening. Kebiasaan bapak saya adalah membuat teh saat udara dingin, Sering bapak bilang “teh saya kok habis, padahal belum minum??”.

Pernah suatu ketika, malam hari hendak mengerjakan soal PR aku bingung karena lembar kertas soal tidak ada, lalu ibu bilang “mungkin tadi dibuat kapal-kapalan waktu hujan, coba cari!!!” ahirnya malam itu aku mencari bidukecilku di halaman rumah ditemani senter dan wajah cemberut emmak. Thanks ya mom🙂

Satu lagi kenangan ketika hujan tiba, sewaktu awal menikah suami ternyata seorang yang juga penyuka hujan. Ditarik tanganku keluar kamar lalu ia berkata: hummms, harumnya aroma hujan. Coba rasakan dik. Wangi kan?? Karena awal menikah sungkan mengatakan “tidak” ahirnya aku mengangguk tapi sebenarnya aku tidak merasakan aroma apapun. Sekarang, aku masih mencoba mencium aroma itu walau kadang belum bisa menangkapnya.

Ah, hujan selalu membawa berbagai rasa di hati ini……

 

 

 

One thought on “Ada rindu saat kau datang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s