Herpes genetal

Jangan anggap sepele dengan yang namanya herpes, apalagi jika ibu sedang mengandung di akhir kehamilan. Kenapa? Sabar, berikan saya waktu untuk cerita dahulu🙂

Suatu ketika saya dapat cerita, seorang ibu datang kerumah sakit karena mengeluhkan  Mrs.V-nya lepuh, menjadi luka terbuka. Rasanya bagaimana ya? Jangan ditanya, seperti kulit yang terbakar, apalagi di daerah tersebut banyak syaraf rasa sakit. Hummsss, jangan dibayangkan!

Ibu itu terkena Herpes genital, penyakit yang ditularkan salah satunya melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi. Biasanya banyak di tularkan oleh mereka para wanita pekerja sex. Namun sayang, ternyata Penyakit itu di tularkan oleh suaminya sendiri yang suka “jajan” diluar sepengetahuannya. Maka dari itu, pengobatan herpes genital sebaiknya dilakukan oleh kedua belah pihak supaya efektif dan efisien (dr. lilik PN: dosen aneJ)

Gejala jika seorang terinfeksi virus ini adalah ketika anda merasa seperti sakit flu biasa yang mengalami demam, menggigil, sakit otot dan sakit kepala namun terdapat benjolan kecil pada daerah vagina kemudian membesar dan pecah. Kulit terlihat melepuh dan gatal yang tidak bisa ditahan. Kulit sekitar selanjutnya menjadi radang yang berwarna merah. Ketika buang air kecil timbul rasa sakit yang sangat.

Okey, lantas bagaimana pengaruhnya terhadap kehamilan? Ada peluang untuk bisa menginfeksi pada janin, namun jangan lantas khawatir berlebihan sehingga membuat ibu stres karena masih ada harapan untuk hamil dan bersalin normal. Risiko virus menyerang janin lebih besar ketika ibu terkena herpes saat kehamilan dari pada ibu yang telah sembuh dari herpes kemudian hamil.

Jika ibu terinfeksi virus herpes pada tahap awal kehamilan, cukup diberikan obat antivirus. Risiko terbesar penularan infeksi pada janin jika Anda mendapatkan serangan herpes selama enam minggu terakhir kehamilan. Karena ini akan mengganggu proses persalinan yang berdampak kurang baik pada ibu maupun janinnya.

Bahaya bagi janin adalah ketika melewati jalan lahir maka akan terjadi kontak dengan luka herpes. Janin yang terkena herpes bisa mengakibatkan  kulitnya melepuh. Virus herpes juga menyerang otak dan mata yang dapat mengakibatkan kerusakan/kebutaan.

Ibu yang terkena herpes genetalia disarankan untuk melahirkan secara Caesar mengingat besarnya resiko yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s